Sunday, 8 June 2014

Wind Tunnel (Lorong Angin)

Ada satu lokasi yang aku sukai ketika aku berada di jakarta selatan. Bukan tempat rekreasi atau pun mal. Bukan taman ataupun hutan. Namun hanya sebuah jalan yang berada di sisi rel kereta listrik. Jalan itu merupakan sebuah jalan raya satu arah menuju pasar minggu. Diantara jalan tersebut dengan lintasan rel kereta listrik terdapat pohon-pohon rindang yang sudah cukup berumur. Di sisi yang lain, merupakan komplek perumahan warga.

Setiap hari aku melewati jalan tersebut menuju tempatku kerja praktek. Aku berangkat pukul 5.30, di saat mentari belum cukup terbangun dari tidurnya. Dan ada satu kesan tersendiri ketika melewati jalan tersebut. Pertama, ketika akan menyebrang dari arah rel kereta melewati jalan tersebut, puluhan lampu kendaraan terlihat dari satu arah tempatku berdiri. Imajinasiku bermain. Mengatakan lampu itu seolah napalm, sebuah senjata yang menyemburkan hujan api. Sederhana. Namun bagiku itu menarik. Kedua, akibat kendaraan yang berjalan dalam satu arah, angin pun berhembus kencang dalam satu arah yang sama, menimbulkan angin yang tidak pernah berhenti di sepanjang jalan tersebut. Ketika di trotoar jalan, imajinasiku selalu berbisik, lorong angin. Sebuah lorong yang selalu penuh dengan hembusan angin yang tak pernah berhenti. Akibar desiran angin yang selalu menerpa wajahku di setiap pagi. Sederhana. Namun bagiku itu menarik.

Sekian.

Read More

Tuesday, 3 June 2014

Teori Level Jodoh

"Wanita baik-baik, untuk laki-laki baik-baik."
"Di balik laki-laki yang hebat, ada wanita yang hebat."

Kalimat itu membuat saya berpikir bahwa kita tidak hanya mempunyai takdir jodoh hanya 1. Tapi ada banyak. Tergantung dari level diri kita. (saya menganalogikannya seperti itu)

Menurut saya, manusia setiap hari belajar tentang suatu hal baru dan cara berpikrnya terus meningkat. Dari hal tersebut, saya menyebutnya kenaikan level. Cara pikir ketika kita SMA, tidak akan sama ketika kita sudah kuliah. Itu merupakan salah satu contoh neiknya level dari diri kita. (Kecuali orang-orang yang tidak mau berpikir dan hanya mengalami perubahan yang kecil pada masa hidupnya)

Dan tidak semua kenaikan level tersebut berpatok dari jenjang pendidikan saja. Bisa saja orang lulusan SD, mempunya cara berpikir seperti orang lulusan SMA. Jadi saya anggap bahwa perbedaan status pendidikan belum tentu berpengaruh terhadap level seseorang.

Sehingga, level seseorang yang saya maksud di sini lebih dominan karena pola pikirnya. Dan pola pikir seseorang akan terlihat ketika dia berargumen mengenai suatu hal. Sejauh apa dia dapat berpikir kritis dari hal tersebut.

So, ketika pola pikir kita meningkat, kemungkinan besar kita akan mendapatkan pasangan dengan pola pikir yang tidak jauh dengan kita. Berangkat dari situ, saya berpikir bahwa jodoh kita, tergantung dari sejauh apa perkembangan pola pikir kita. Analoginya, ketika kita berada pada level 10, maka kita kan mendapatkan pasangan dengan level 9-11. Namun ketika lebih menghebatkan diri, dan mendapatkan level yang lebih tinggi, makan akan lebih tinggi pula pasangan yang akan, kita dapatkan.

Seperti itu analogi yang saya gunakan pada kehidupan sehari-hari. Dan dengan itu, saya berusaha untuk memantaskan diri saya dengan mencapai level yang lebih tinggi lagi dan lagi. Agar kelak mendapat pasangan yang jauh lebih baik.

Artikel ini TIDAK menerangkan suatu jaminan bahwa jika anda pria baik AKAN mendapat wanita baik pula. Tapi hanya menjelaskan suatu usaha untuk mendapatkan yang terbaik.

Kata kuncinya:
Yuk terus bersemangat untuk terus memperbaiki diri. :)
Read More

About Me

Designed By Seo Blogger Templates