Thursday, 25 December 2014

Dia adalah jodohku!?

Dulu saya berpikir bahwa ketika seorang wanita hadir di hidup saya, bisa jadi dia adalah jodoh saya. Lalu saya mencari pembenaran bahwa dia adalah jodoh saya dari kejadian2 yang sederhana. Sesederhana ketika mengupas kulit mangga tak putus, maka dia adalah jodoh saya. Sesederhana ketika lampu lalu lintas selalu hijau ketika saya melewatinya, maka itu adalah salah satu pertanda. Sesederhana cara pikirku di masa lalu.

Singkat cerita kini cara berpikir saya sudah berubah. Mungkin masih bisa berpikir konyol, tapi tak seperti dulu. Tak menggampangkan perkara jodoh semudah itu. Namun masih ada pertanyaan, mengapa perasaan itu bisa hadir ketika kita belum siap menerimanya? belum siap untuk menjalin komitmen yang serius? mengapa bisa begitu?

Ternyata jawabannya cukup sederhana dengan menggunakan kacamata iman.
Perasaan itu muncul sebagai hukuman untuk seseorang yang tidak mampu menjaga pandangannya. Mungkin juga untuk seseorang yg tidak mampu mengendalikan dirinya.
Yah, bagiku sesederhana itu, namun dapat diterima dengan baik oleh hati ini.
Read More

Wednesday, 10 December 2014

Share lalu Berharap

Kadang ketika kita mengalami sesuatu hal yang tidak biasa di dalam kehidupan, kita ingin membagikan (share) hal tersbut di dunia maya (FB, twitter, line, BBM, path, instagram, dsb.). Ketika kita berlebihan dalam share suatu hal di FB, bisa saja kita dicap sebaga seorang alay.

Saya pernah mendapat ilmu tentang apa yang seharusnya kita share di dunia maya. Beberapa aspek perlu diperhatikan sebelum kita membagikan suatu hal di dunia maya. Kata kuncinya: T.H.I.N.K, yang merupakan singkatan dari:

T=True
Apakah hal yang kita share itu adalah fakta atau bukan.
H=Helpful
Apakah hal yang kita share itu bermanfaat atau tidak
I=Inspiring
Apakah hal yang kita share itu memberikan inspirasi bagi orang yang membacanya
N=Necessary
Apakah hal yang kita share itu perlu untuk dilihat banyak orang
K=Kind
Apakah hal yang kita share itu baik untuk banyak orang

Jika mengikuti kaidah tersebut, maka amanlah niat seseorang ketika dia update status di media sosialnya. Namun jika tidak mengikuti kaidah tersebut, sebenarnya apa yang kita harapkan? Pujian dari orang? Like dari orang-orang? Atau lebih tepatnya, mungkin berharap sesuatu dari manusia?

Sering kali saya urungkan niat untuk mengupdate status. Karna sesaat sebelum mengupdate status, terbesit niat ingin dipuji orang, ingin dianggap sesuatu oleh orang, dsb. Hingga ketika sebelum share sesuatu, saya sering berpikir dan fokus mengendalikan niat dan pikiran agar tidak berharap kepada manusia. Fokus agar apa yang saya bagikan benar-benar bermanfaat bagi banyak orang. Dan bagi saya, itu bukanlah hal yang mudah.



Jadi, apakah anda termasuk orang yang berharap sesuatu dari manusia?

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.
Read More

Sunday, 7 December 2014

Adakah Orang Sukses?

Banyak orang yang jika ditanya keinginan mengenai masa depannya menjawab: "Saya ingin menjadi orang sukses!!" Namun setelah saya pikir-pikir lagi, benarkah ada orang sukses? Lalu pertanyaan itu membuatku berpikir sedikit lebih dalam mengenai hal ini.

Bagi saya, sukses itu sangat relatif. Apakah dia sedang memandang diri sendiri atau sedang memandang orang lain. Ketika seseorang memandang orang lain, tentu dia akan memandang sebuah kesuksesan besar di dalam orang yang dia lihat. Kesuksesan ini dia bandingkan dengan keadaan dirinya yang belum mampu mencapai apa yang orang lain capai.

Nemun ketika seseorang terlalu sibuk dengan membandingkan diri dengan dengan orang lain, orang tersebut bisa kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan terus berfokus apa yang tidak bisa ia kerjakan.

Padahal sekali lagi, sukses itu relatif. Ketika kita melihat dari sisi orang sukses tersebut, dia belum tentu dirinya telah sukses. Dia hanya melakukan apa yang telah dia impikan terjadi di dalam hidupnya. Berusaha menggapai apa yang dia inginkan. Menggantungkan cita setinggi mungkin, sehingga ketika dia terjatuh, dia terjatuh diantara bintang-bintang. Dan terjatuh itu bukanlah suatu kegagalan.


Maka saya menyimpulkan, bahwa kata sukses itu tercipta akibat pandangan orang saja. Sukses itu = berhasil menggapai target. Dan orang yang mempunyai impian seharusnya tidak cepat merasa sukses. Karena perasaan cepat merasa sukses itu lah yang dapat membuatnya berhenti bergerak.

Dari sini juga saya menyimpulkan bahwa agar tidak berhenti bergerak, saya harus mempunyai banyak mimpi. Mimpi-mimpi besar yang tidak mudah diraih. Atau mimpi-mimpi sederhana yang banyak.

Semoga bermanfaat.

Kata kunciku:
"Gunakan kehidupan dunia sebagai kendaraan menggapai akhirat."
Read More

About Me

Designed By Seo Blogger Templates